Kabar Nasional
Freddy Jamin Kekerasan di STIP Tak Akan Terulang
Rabu, 10 Februari 2010 16:40 WIB
Jakarta, (tvOne)
Kekerasan di institusi pendidikan terus berulang terjadi, kali ini kekerasan senior terhadap yuniornya terjadi di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta. Namun Menteri Perhubungan, Freddy Numberi berani menjamin kekerasan yang ditampilkan dalam video yang beredar tidak terjadi lagi. "Kita jaminlah, Saya sudah bilang pada para pembina supaya itu jangan diulangi lagi," kata Freddy, usai mengumumkan hartanya di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (10/2).
Freddy menjelaskan, saat ini sudah banyak anak SMA yang menanyakan mengenai kasus pemukulan itu. Mereka menjadi takut masuk ke STIP. "Mereka tanya apakah kalau masuk akan dianiaya, tapi saya jamin itu tidak ada lagi," ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan itu.
Menurut Freddy, dia meminta kepada para siswa STIP jika menemukan atau mengalami kekerasan lagi untuk segera melapor. "Kalau ada nomor saya, langsung telepon saya. Siapapun yang mengancam akan langsung dipecat," ujarnya seperti dilansir VIVAnews.
Video kekerasan institusi pendidikan kembali terjadi. Kali ini, terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, dimana sejumlah siswa senior terlihat memukuli wajah juniornya hingga memar. Hal itu dilakukan berkali-kali oleh siswa senior, secara bergantian. Seperti yang terekam dalam video amatir yang diambil dari tvOne, Selasa (9/2) terlihat satu persatu siswa senior tengah memukuli junironya.
Dalam gambar tersebut, terlihat tiga mahasiswa junior Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta menjadi bulan-bulanan pemukulan seniornya. Dua di antaranya mengalami luka di wajah dan bibir hingga berdarah. Kekerasan ini terekam dalam sebuah video amatir yang beredar. Belum diketahui kapan tepatnya video amatir ini diambil, namun dikabarkan video ini beredar sekitar awal Februari 2010 ini.
Video ini memperlihatkan sejumlah taruna junior dibariskan di sebuah lorong. Mereka kemudian ditempeleng dan dipukul. Tampak seorang senior memegang kepala junior, sementara senior lainnya menampar wajah sang junior. Tak lama bibir junior berdarah dan menetes di telapak tangannya. Hingga kini belum diketahui siapa orang yang mengambil gambar adegan tersebut, dan penyebar video tersebut. Motif dan tujuan merekam adegan tersebut masih belum jelas.
