tvOne Newsticker
Jumat, 19 Maret 2010

Kabar Nasional

Alirkan Dana ke SBY, LKBN Antara Bantah Tudingan Buku 'Gurita Cikeas'

Senin, 28 Desember 2009 09:30 WIB

Jakarta, (tvOne)

Direktur Utama (Dirut) LKBN Antara, Ahmad Mukhlis Yusuf membantah keras kebenaran pernyataan yang menyebutkan, bahwa ada aliran dana dari LKBN Antara ke Bravo Media Center, tim sukses Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono.

George Junus Aditjondro menyebutkan dalam bukunya 'Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century', bahwa ada aliran dana public service obligation (PSO) dari LKBN Antara ke Bravo Media Center, tim sukses SBY-Boediono. Menurut Mukhlis, mekanisme pencairan dana PSO dilakukan sebagai pergantian biaya (reimbursement) atas sebagian dana operasional Antara terhadap tema-tema liputan yang disepakati dengan penyelenggara negara setiap tahun. “Jadi penggunaan dana PSO Antara tidak mungkin dialihkan," kata Mukhlis dalam keterangan resminya yang diterima tvOne, Jakarta, Senin (28/12).

Menurut Mukhlis, pada tahun 2008, Antara menyepakati enam tema pemberitaan dengan Depkominfo untuk diliput dan disiarkan, yakni; demokratisasi, daya tahan ekonomi nasional terhadap krisis global, millenium development goals, pengguatan karakter bangsa, dan pencitraan bangsa di luar negeri. Selain enam tema PSO tersebut, Antara juga melakukan liputan untuk tujuan komersial yang disiarkan melalui satelit untuk pelanggan media, portal berita gratis untuk publik dan beberapa platform lain seperti sms, TV display dan portal berita daerah lainnya untuk kepentingan komersial.

Ia menegaskan, prosedur pencairan anggaran PSO di BUMN, termasuk di LKBN Antara sangat ketat. Proses pergantian dana tersebut baru bisa dilakukan setelah kesesuaian antara isi dengan tema berita yang disepakati dan prosedur keuangan diverifikasi secara ketat oleh Depkominfo yang mengacu pada aturan Keuangan Negara yang berlaku. "Jadi, pengalihan tersebut tidak terjadi, dan tidak mungkin dilakukan", ungkap Mukhlis.

Ketua Serikat Pekerja Antara, Theo Yusuf, yang juga wartawan senior Antara menjelaskan, bahwa tidak benar ada keresahan di kalangan wartawan internal seperti dinyatakan George Aditjondro dalam bukunya. "Karyawan dan wartawan mendukung langkah pembenahan manajemen yang sedang dilakukan Direksi sejak tahun 2007, dalam penataan SDM, penguatan sistem dan pembenahan bisnis perusahaaan," kata Theo.

Theo juga menyatakan, Serikat Pekerja Antara bersama Direksi telah menyepakati Peraturan Kerja Bersama (PKB) yang telah ditandatangani Direksi dan serikat pekerja pada 10 November 2008. Penandatanganan PKB ini menunjukkan adanya komitmen yang kuat dari kedua belah pihak untuk menumbuhkan hubungan kerja industrial yang baik.

ai
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar