Kabar Nasional
PPATK akan Bangun "Disaster Recovery Plan" di Bogor
Kamis, 3 Desember 2009 19:56 WIB
Jakarta, (tvOne)
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) merencanakan pembangunan "disaster recovery plan" di Bogor pada 2010 sehingga lembaga itu memiliki "back up" data jika terjadi kondisi darurat. "Nilai lelang pengadaan pada tahun 2010 kemungkinan akan sekitar empat kali lipat lebih besar dari 2009 antara lain karena ada rencana itu," kata Kepala PPATK Yunus Husein di Gedung Djuanda Depkeu, Jakarta, Kamis (3/12).
Yunus menyebutkan, selama 2009 ini pihaknya sudah melakukan lelang sebanyak 42 kali lelang dengan nilai sekitar Rp9 miliar. Pengadaan disaster recovery plan, menurut dia, merupakan kebutuhan penting karena hingga saat ini lembaga itu tidak punya back up data jika terjadi kondisi darurat. "Kita belum punya back up data, data-data hanya disimpan di deposit box bank-bank. Mudah-mudahan anggarannya disetujui Menkeu," katanya.
Sementara itu, mengenai proses pengadaan barang dan jasa pemerintah, Yunus mengaku sebagai pihak pengguna anggaran masih ada perasaan takut dalam pelaksanaan lelang pengadaan itu. "Saya agak takut, saya tidak begitu ngerti dengan pengadaan barang jasa ini," katanya.
Ia menyebutkan, dari proses lelang pengadaan di PPATK selama ini, ada sejumlah protes dari pihak-pihak yang kalah dalam lelang tersebut padahal proses lelang sudah sesuai aturan. "Sebagian ada yang protes, malah protesnya ke DPR, padahal ini tidak ada KKN-KKN-nya," katanya.
Ia berharap, pelaksanaan lelang pengadaan barang dan jasa pemerintah secara elektronik dapat memperbaiki proses pengadaan barang dan jasa pemerintah. Pengadaan barang dan jasa secara elektronik akan memberi manfaat berupa berkurangnya praktik KKN karena sifatnya lebih transparan, konsisten, dan akuntabel. (Ant)
