Kabar Nasional
Warga Mimika Pertanyakan Pelaku Penembakan di Freeport
Sabtu, 31 Oktober 2009 08:49 WIB
Timika, (tvOne)
Warga Kabupaten Mimika kembali mempertanyakan siapa sesungguhnya pelaku utama penembakan di areal pertambangan PT Freeport Indonesia yang terjadi belakangan ini.
"Kami masyarakat Mimika bingung siapa sesungguhnya pelaku utama penembakan di Freeport karena pernyataan petinggi TNI dan Polri terkesan saling bertentangan satu dengan yang lain," kata Wakil Direktur Yayasan Hak Azasi Manusia Anti Kekerasan, Arnold Ronsumbre di Timika, Sabtu (31/10) seperti dilansir ANTARA.
Arnold mempertanyakan hal itu sehubungan dengan pernyataan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI AY Nasution di Jayapura, Jumat (30/10). Yang menganggap kelompok Kelly Kwalik sebagai pelaku dari serangkaian aksi penembakan di areal Freeport selama ini. "Kalau benar demikian, silahkan aparat memprosesnya dan jangan menjadikan orang-orang kecil sebagai kambing hitam," ujar Arnold.
Ia meminta semua pihak bersikap transparan sehingga bisa terungkap siapa sesungguhnya aktor utama di balik peristiwa penembakan di areal Freeport selama ini. Berbeda dengan Pangdam XVII/Cenderawasih, maka Kapolda Papua Irjen Pol FX Bagus Ekodanto belum lama ini di Jayapura mengatakan pelaku penembakan di areal Freeport bukan kelompok Kelly Kwalik.
Pernyataan Bagus Ekodanto tersebut didasari atas pengakuan Kelly Kwalik sendiri kepada salah seorang anggota polisi yang ditugaskan bertemu dengan yang bersangkutan belum lama ini. "Kelly Kwalik mengatakan aksi penembakan di areal Freeport bukan dilakukan oleh kelompoknya," jelas Ekodanto.
Warga Mimika lainnya, Konis Manusiwa menilai pernyataan petinggi TNI dan Polri yang terkesan kontradiksi tersebut memberi sinyal ada sesuatu yang ditutup-tutupi oleh aparat keamanan selama ini. "Kalau petinggi TNI dan Polri sudah membuat pernyataan seperti itu berarti ada yang tidak beres. Jika demikian, tolong buka ke publik siapa yang mendalangi semua aksi teror di Freeport selama ini," ujar Konis.
Konis juga mempertanyakan keberadaan sejumlah pasukan non organik di Mimika selama ini dengan tugas dan fungsi yang tidak jelas.
Saat menghadiri diskusi publik yang digelar DPD KNPI Papua di Jayapura, Jumat (30/10), Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI AY Nasution menganggap kelompok Kelly Kwalik berada di balik semua aksi teror di areal Freeport. "Saya tidak bisa menuding, tapi ini saya putarkan video rekaman yang bisa memberikan sedikit gambaran siapa pelaku teror di PT Freeport," kata Nasution sambil memutarkan video berdurasi satu menit yang menunjukkan seorang pria sedang memegang sepucuk senjata api.
Pria dimaksud, demikian Nasution, adalah Kelly Kwalik. Dalam video tersebut, Kelly Kwalik sedang memberikan perintah kepada anak buahnya untuk menyerang PT Freeport dan hingga kini perintah tersebut belum ditarik atau dicabut.
Selain memutar video Kelly Kwalik, Nasution juga memutar video Goliat Tabuni, pimpinan kelompok separatis TPN-OPM wilayah Wamena dan Puncak Jaya yang juga sedang memegang sepucuk senjata organik. Aksi penembakan di areal pertambangan PT Freeport yang berlangsung sejak Juli-Oktober telah mengakibatkan tiga orang tewas (dua karyawan dan satu anggota Polisi) dan puluhan lainnya luka-luka.
