tvOne Newsticker
Kamis, 18 Maret 2010

Kabar Nasional

Karyawan Freeport Kembali ke Tembagapura

Kamis, 22 Oktober 2009 18:29 WIB

Timika, (tvOne)

Hari ini ratusan karyawan kembali ke tempat kerja mereka di Tembagapura. Dua hari pascainsiden penembakan terhadap bus karyawan PT Freeport Indonesia di Mile 42 ruas jalan Timika-Tembagapura, Selasa (20/10).

Yanus Msen selaku perwakilan manajemen Freeport mengatakan hari ini karyawan yang berangkat ke Tembagapura dari terminal Gorong-gorong Timika mencapai lebih dari 500 orang. Para karyawan menumpang 21 bus, sembilan bus berangkat pukul 08.00 WIT dan 12 bus lainnya baru berangkat siang hari sekitar pukul 14.00 WIT dengan pengawalan ketat aparat keamanan. Pada saat bersamaan, karyawan dengan jumlah yang sama bertolak dari Tembagapura menuju Timika untuk istirahat kerja (off).

"Mobilitas karyawan yang naik maupun turun dari Tembagapura disesuaikan dengan situasi keamanan. Jika kondisi keamanan rawan maka operasional bus karyawan dihentikan sementara waktu sampai situasi pulih," kata Yanus saat berdialog dengan anggota DPRD Mimika dan perwakilan isteri karyawan Freeport, Kamis (22/10) seperti dilansir ANTARA.

Rekan Yanus, Adolf Ansaka mengatakan selama insiden penembakan terhadap kendaraan perusahaan. Sejak Juli-September operasional perusahaan tambang emas dan tembaga itu tetap berjalan seperti biasa. "Aktivitas perusahaan tetap berjalan seperti biasa, yang berubah hanyalah jadwal kerja karyawan karena disesuaikan dengan situasi keamanan," jelas Adolf.

Yanus maupun Adolf menegaskan, persoalan jaminan keamanan dan keselamatan para karyawan dalam perjalanan dari Timika ke Tembagapura atau sebaliknya sepenuhnya menjadi tanggung jawab aparat keamanan.

Sementara itu para isteri karyawan Freeport menuntut DPRD Mimika menghadirkan Presiden Direktur & CEO PT Freeport, Armando Mahler dalam pertemuan lanjutan membahas situasi keamanan di areal Freeport, Senin pekan depan. "Kami minta Pak Armando harus hadir untuk memberi jaminan kepada kami istri-istri dan anak karyawan Freeport yang selama ini turut menjadi korban aksi kekerasan di areal perusahaan," kata Lilik K Abbas.

Rekannya, Yosefina Wosiri mendesak SPSI dan Tongoi Papua agar meminta manajemen Freeport menghentikan sementara aktivitas perusahaan jika situasi keamanan masih rawan. Ia mengatakan, aksi teror yang terjadi selama empat bulan di areal Freeport seharusnya bisa ditangani aparat keamanan lantaran lokasi penembakan hanya di sekitar Mile 40-50.

Di sisi lain, jumlah aparat keamanan sudah sangat banyak yang mencapai 1.320 personel dan pos-pos aparat gabungan TNI dan Polri telah dibangun di sepanjang ruas jalan Timika-Tembagapura. Namun, ironisnya aksi penembakan terus terjadi hingga saat ini dengan target para karyawan Freeport.

Anggota DPRD Mimika, Yan Anton Yoteni mengatakan tuntutan para istri karyawan Freeport akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan pekan depan karena saat ini pimpinan dan sebagian anggota dewan sedang bertugas ke Jayapura. "Kami menjanjikan dalam pertemuan pekan depan sudah ada pimpinan dan rekan-rekan anggota DPRD Mimika yang lain karena saat ini mereka sedang berada di Jayapura," kata Yoteni.
 

hm
Bookmark and Share
Komentar Kabar
Kirim Komentar